Latest Post


Kawasan Timur Tengah kini berada di titik nadir yang paling berbahaya dalam satu dekade terakhir. Di tengah upaya diplomatik global untuk mendinginkan suasana—terutama pasca tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi secara tertutup antara Iran dan Amerika Serikat—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, justru mengambil langkah yang berlawanan arus. Keputusannya untuk meluncurkan agresi militer skala penuh ke kedaulatan Lebanon bukan sekadar eskalasi rutin, melainkan sebuah kesalahan strategis (strategic blunder) yang berpotensi menghancurkan tatanan keamanan regional dan mengisolasi Israel di panggung internasional.


Narasi di Balik "Gencatan Senjata" Iran-AS

Untuk memahami mengapa langkah Netanyahu dianggap sebagai kesalahan besar, kita harus melihat konteks makro politik global. Selama beberapa bulan terakhir, Washington dan Teheran telah terlibat dalam diplomasi "pintu belakang" yang intens. Kesepakatan gencatan senjata informal antara Iran dan AS bertujuan untuk menekan proksi masing-masing agar menurunkan tensi guna menghindari perang regional total yang akan melumpuhkan ekonomi dunia.

Bagi AS, ini adalah upaya untuk mengamankan jalur perdagangan di Laut Merah dan memastikan harga minyak tetap stabil. Bagi Iran, ini adalah langkah taktis untuk meringankan beban sanksi dan memulihkan kekuatan internal. Namun, di mata Netanyahu, stabilitas ini adalah ancaman bagi kelangsungan politiknya. Agresi ke Lebanon pasca kesepakatan ini menunjukkan bahwa Israel di bawah kepemimpinannya kini menjadi *wildcard* yang tidak lagi selaras dengan kepentingan sekutu utamanya sendiri.


Geopolitik Lebanon: Bukan Sekadar Medan Tempur

Lebanon adalah negara berdaulat dengan struktur sosial-politik yang sangat rapuh namun kompleks. Menyerang Lebanon dengan dalih mengejar infrastruktur Hezbollah adalah narasi yang terlalu menyederhanakan masalah.


Ada tiga alasan mengapa agresi ini adalah kesalahan fatal:

 1. Penyatuan Opini Publik Lebanon: Sejarah mencatat bahwa setiap kali Israel melakukan invasi darat atau pemboman masif ke Lebanon, faksi-faksi politik di Lebanon yang biasanya saling berseteru justru cenderung bersatu melawan "musuh bersama". Hal ini memperkuat posisi politik Hezbollah secara domestik.

 2. Pelanggaran Hukum Internasional yang Terang-benderang: Menyerang kedaulatan Lebanon tanpa mandat PBB dan di tengah proses diplomasi regional menempatkan Israel dalam posisi hukum yang sulit. Ini bukan lagi soal "pertahanan diri," melainkan agresi terhadap negara berdaulat.

 3. Hancurnya Kepercayaan Sekutu: Dengan mengabaikan kesepakatan Iran-AS, Netanyahu secara efektif "menampar" wajah diplomasi Gedung Putih.


Ambisi Pribadi vs. Kepentingan Nasional

Banyak analis politik di Tel Aviv berpendapat bahwa motif utama Netanyahu bukanlah keamanan nasional Israel, melainkan **kelangsungan politik pribadi**. Di tengah tuntutan hukum korupsi yang menjeratnya dan gelombang protes domestik yang menuntut pemilu ulang, "perang abadi" menjadi pelampung penyelamat bagi kekuasaannya.


Netanyahu memahami bahwa begitu suara tembakan berhenti, perhitungan politik akan dimulai. Dengan memperluas front pertempuran ke Lebanon, ia memaksa rakyat Israel untuk tetap berada dalam mode "darurat nasional," yang secara otomatis membungkam kritik oposisi. Namun, biaya dari taktik ini sangatlah mahal. Ekonomi Israel mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, dengan ribuan warga sipil yang harus mengungsi dari wilayah utara dan beban militer yang terus membengkak.


Analisis Militer: Terulangnya Tragedi 2006?

Secara militer, menyerang Lebanon adalah tantangan yang jauh berbeda dibandingkan dengan operasi di Jalur Gaza. Hezbollah memiliki kekuatan militer yang jauh lebih terorganisir, memiliki pengalaman tempur di Suriah, dan dipersenjatai dengan rudal presisi tinggi yang mampu menjangkau pusat kota Tel Aviv.


Agresi Netanyahu mengabaikan pelajaran dari Perang Lebanon 2006. Saat itu, Israel dengan keunggulan teknologinya gagal mencapai tujuan politiknya dan justru terjebak dalam perang atrisi yang melelahkan. Mengulangi hal yang sama dalam kondisi global yang sudah jenuh dengan konflik adalah bentuk kegagalan dalam membaca realitas lapangan.


Dampak Terhadap Stabilitas Regional

Kesalahan besar Netanyahu ini membawa dampak domino yang mengerikan:

Radikalisasi Generasi Baru: Pemboman terhadap infrastruktur sipil di Lebanon hanya akan melahirkan kebencian mendalam yang menjadi bahan bakar bagi kelompok-kelompok militan di masa depan.

Destabilisasi Yordania dan Mesir: Tekanan dari jalanan Arab terhadap pemimpin mereka untuk bertindak dapat merusak perjanjian damai yang telah terjalin puluhan tahun antara Israel dengan tetangga Arabnya.

Kegagalan Normalisasi: Harapan untuk melanjutkan "Abraham Accords" dengan negara-negara Arab lainnya kini praktis terkubur di bawah puing-puing bangunan di Beirut.


Kesimpulan: Jalan Menuju Isolasi

Keputusan Benjamin Netanyahu untuk mengagresi Lebanon di saat dunia tengah mengupayakan de-eskalasi adalah bukti nyata dari kepemimpinan yang kehilangan arah strategis. Ia tidak hanya mempertaruhkan nyawa tentara dan warga sipilnya, tetapi juga menghancurkan legitimasi internasional Israel yang sudah menipis.


Jika agresi ini terus berlanjut, Israel berisiko menjadi "pariah" di mata komunitas internasional, kehilangan dukungan tulus dari sekutu Barat, dan terjebak dalam konflik multi-front yang tidak mungkin dimenangkan secara absolut. Sejarah mungkin akan mencatat periode ini bukan sebagai kemenangan militer Israel, melainkan sebagai babak di mana ambisi satu orang pemimpin meruntuhkan stabilitas sebuah kawasan demi mempertahankan kursinya.


Netanyahu mungkin merasa ia sedang menunjukkan kekuatan, namun pada kenyataannya, ia sedang menunjukkan keputusasaan yang berbahaya. Lebanon bukan sekadar medan perang; ia adalah cermin dari kegagalan diplomasi dan kebijakan luar negeri Israel yang terlalu bergantung pada kekuatan otot daripada akal sehat politik.**


Sumbar,Kabanusa - Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api dan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya kecelakaan khususnya selama masa priode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin petak jalan Stasiun Padang- Stasiun BIM - Stasiun Kayutanam, Rabu (17/12).

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan dalam arahannya saat safety breafing sebelum dimulainya kegiatan, menekankan pentingnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan budaya keselamatan kerja, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem dan ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) serta segera menindaklanjuti catatan yang ada selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset PT KAI, lokasi dan kondisi perlintasan, serta sistem drainase di sepanjang jalur, termasuk lokasi-lokasi yang sebelumnya terdampak banjir dan galodo.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini dilaksanakan, tidak hanya pada momen tertentu saja seperti menjelang Nataru saat ini. Namun, kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya dan memitigasi resiko yang ada di lapangan serta meningkatkan keamanan operasional KA demi mewujudkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak terjaga dan masyarakat yang berada di sekitar rel.

Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama.

"Sebanyak 28 perjalanan KA penumpang dan 24 perjalanan KA Barang (Klinker/Semen) yang di operasikan Divre II Sumbar setiap harinya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya yang hendak melewati perlintasan kereta api khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar agar tetap selalu waspada, tengok kanan kiri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Reza.

Reza menegaskan, bagi pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas seperti menerobos palang pintu kereta api, mengabaikan semboyan 35 (Klakson) serta rambu-rambu lainnya merupakan tindak pidana lalu lintas. 

Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, rambu-rambu atau sinyal peringatan harus dipatuhi sebagai tanda bahwa kereta api akan segera melintas, apabila masih terjadi pelanggaran, KAI Divre II Sumbar bisa menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak, kita bersama-sama dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang KA khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar”, ungkap Reza.

Diakhiri kegiatan dilaksanakan safety talk guna mengevaluasi hasil pemeriksaan lintas dan memastikan tindaklanjut terhadap catatan yang ada di lapangan.

Kegiatan cek lintas ini merupakan bagian dari rangkaian kesiapan operasional KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. “Melalui pemeriksaan lintas secara langsung di lapangan, KAI memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal dan siap mendukung kelancaran perjalanan KA selama periode Nataru” kata Reza.

Selain aspek teknis prasarana, KAI Divre II Sumbar juga menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dengan memperkuat budaya keselamatan (safety culture) bagi seluruh insan KAI, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, kepatuhan prosedur operasional, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar selama masa angkutan Nataru 2025–2026.

“Dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk memberikan pelayanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, keandalan, serta kenyamanan bagi seluruh pelanggan dan masyarakat pengguna jalan,”. tutup Reza. 



 

Sumbar,Kabanusa - Dalam rangka meningkatkan kesadaran insan KAI terhadap pentingnya pengelolaan kelelahan kerja, kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat, serta perlindungan bagi penumpang kereta api khususnya menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Manajemen Kelelahan dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Penumpang Kereta Api, Selasa (16/12).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar ini dihadiri langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Dwi Apriyanto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang dr. Muthia Faurin, serta para pekerja Divre II Sumbar.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan yang dimulai dari kesiapan fisik, mental, dan kewaspadaan seluruh pekerja. Pengelolaan kelelahan kerja serta pemahaman terhadap penanganan kondisi darurat menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Kemudian, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja, Dwi Apriyanto, menyampaikan sosialisasi mengenai mekanisme dan manfaat asuransi kecelakaan penumpang kereta api, termasuk hak-hak penumpang serta prosedur pengajuan santunan apabila terjadi kecelakaan.

Sementara itu, dr. Muthia Faurin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang, memberikan penyuluhan terkait manajemen kelelahan kerja serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Materi yang disampaikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja dalam mengenali tanda-tanda kelelahan, menjaga kebugaran, serta melakukan penanganan awal yang tepat pada situasi darurat.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pekerja yang dilaksanakan di Stasiun Padang.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

“Memasuki periode Angkutan Nataru 2025/2026 yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi, KAI Divre II Sumbar terus memperkuat kesiapan internal, khususnya dari aspek kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan petugas. Melalui pembekalan manajemen kelelahan, P3K, serta pemahaman asuransi penumpang, kami ingin memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi prima sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan aman, lancar, dan optimal,” ujar Reza Shahab.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dan kepedulian terhadap keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Dengan SDM yang sehat, sigap, dan memahami prosedur keselamatan, KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama Angkutan Nataru 2025/2026, sekaligus mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, nyaman, dan berkesinambungan,” tutup Reza Shahab.





Sumbar,kabanusa - Dalam menghadapi musim penghujan serta peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, PT KAI Divre II Sumatera Barat melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan selamat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi gangguan perjalanan akibat tingginya curah hujan, angin kencang, cuaca ekstrem yang berubah tiba-tiba, serta risiko banjir, longsor, dan amblesan tanah di sejumlah titik rawan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah barat Sumatera Barat pada petak jalur tertentu memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama pada musim penghujan. Untuk itu, petugas prasarana jalan rel dan jembatan telah melaksanakan berbagai mitigasi preventif guna memperkuat keandalan jalur kereta.

“Petugas kami melakukan pemetaan prioritas perawatan prasarana, termasuk pengukuran jalur dengan track geometry melalui troli, pemeriksaan rutin secara jalan kaki oleh Petugas Periksa Jalan (PPJ), serta penambahan personel ekstra di titik-titik rawan. Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui,” ujar Reza.

Salah satu upaya penting dilakukan melalui pengoperasian Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR), yaitu sarana perkeretaapian yang digunakan untuk melakukan perawatan dan perbaikan jalur rel, baik secara berkala maupun situasional. Perbaikan geometri jalan rel dengan KPJR meliputi:

- Lifting (angkatan): mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang ditentukan agar jalur kembali rata.

- ⁠Lining/Lestrengan: meluruskan jalur rel secara horizontal baik ke kiri maupun ke kanan sesuai nilai geometri yang diatur.

- ⁠Tamping: memadatkan batu ballast di bawah bantalan yang telah diangkat dan diluruskan.

Ketiga proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas jalan rel tetap optimal dan aman bagi perjalanan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah titik rawan dan lokasi strategis. AMUS terdiri atas material penting seperti rel cadangan, karung pasir, batu kricak, bantalan beton, dan bantalan kayu yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.

Selain itu, KAI turut menyiagakan alat berat seperti excavator dan MTT (Multi Tie Tamper) guna mempercepat proses perbaikan jalur jika terjadi gangguan. Pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) berupa konstruksi bronjong juga dilakukan di beberapa titik untuk mencegah longsor dan amblesan. Berbagai peralatan teknis lainnya seperti dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, penambat rel, dan Hand Tie Tamper (HTT) turut ditempatkan di lokasi strategis untuk mendukung pemeliharaan jalur secara cepat dan tepat.

Secara umum, sarana KPJR terbagi menjadi dua jenis:

- MTT (Multi Tie Tamper): untuk perbaikan geometri jalur secara mekanis melalui lifting, lining, dan tamping.

- ⁠PBR (Profil Ballast Regulator): untuk merapikan dan memindahkan batu ballast sehingga jalur tetap dalam kondisi stabil.

Peralatan darurat lainnya seperti tenda pleton, chainsaw, serta material H-beam untuk perbaikan sementara jembatan juga disiagakan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Selain langkah teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur, serta segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci agar perjalanan kereta api di Sumatera Barat tetap aman dan lancar, meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan langkah-langkah preventif yang konsisten. Seluruh unit operasional KAI akan terus bersiaga penuh selama musim penghujan berlangsung,” tutup Reza.



 

Padang,relasipublik — Ikatan Keluarga Airpura Pancung Soal (IKAPSO) Kota Padang resmi mengukuhkan pengurus baru periode 2025–2030 dalam acara yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (9/11/2025).

Mengusung tema “Kita Jalin Hubungan Silaturahmi dengan Satu Visi dan Misi, Japuik Nan Tatingga, Mangupu Nan Taseghak,” kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar perantau Airpura–Pancung Soal di Kota Padang.

Ketua Panitia Suharto menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara dan mengajak seluruh anggota memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat silaturahmi serta mengelola potensi besar perantau yang mencapai sekitar 500 orang. “Pemimpin sejati bukan bertanya apa yang diterima, tapi apa yang bisa disumbangkan,” ujarnya.

Ketua Umum IKAPSO, Sudirusman, S.Pd., MM, menegaskan bahwa IKAPSO adalah “rumah besar” bagi seluruh warga Airpura Pancung Soal di perantauan. Ia mengajak anggota untuk aktif berkontribusi di bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Apresiasi juga datang dari Ketua DPW PKPS Sumbar, H. Budi Syukur, yang menyebut IKAPSO sebagai teladan semangat kekeluargaan perantau Minang. Sementara Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, mengingatkan agar perantau tetap menjaga nilai budaya dan rasa cinta kampung halaman.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turut memberikan selamat dan berharap IKAPSO menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung pembangunan kota. “IKAPSO harus menjadi mitra inspiratif di bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama, foto pengurus, dan ramah tamah penuh kehangatan — menegaskan semangat kebersamaan dan kepedulian antar sesama perantau Airpura Pancung Soal di Kota Padang.




 


Padang,relasipublik - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri rangkaian acara pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ranting Koto Tangah dan organisasi Badupari Koto Tangah, Minggu malam (12/10/2025).

Wawako Maigus Nasir menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang berhalangan hadir. 

Maigus Nasir menilai kehadiran IPSI dan Badupari Koto Tangah menjadi harapan besar bagi Pemko Padang dalam memperkuat adat, budaya, dan karakter generasi muda. Ia menyebut Pemko Padang saat ini tengah menyiapkan Perda Nagari dalam Kota yang ditargetkan rampung pada tahun 2025.

“Sebulan lalu kami membawa ketua dan sekretaris KAN se-Kota Padang belajar ke Bali, melihat bagaimana masyarakat adat di sana hidup dengan nilai-nilai budaya yang kuat. Itu menjadi inspirasi bagi kita untuk memperkuat kehidupan nagari di Padang,” jelasnya didampingi Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan.

Maigus Nasir juga mengungkapkan terhadap kondisi anak-anak di Kota Padang. Berdasarkan data terakhir, terdapat 7.178 anak tidak sekolah (ATS) di kota ini. Untuk itu, ia mengajak IPSI dan Badupari menyelamatkan generasi muda dari berbagai persoalan sosial.

“Kita tidak bisa membangun kota ini sendirian. Sinergi antara IPSI, Badupari, dan pemerintah akan menjadi solusi untuk membangun karakter generasi muda. Ini sesuai dengan visi kita menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Padang menjadi kota pintar dan sehat,” tutupnya.

Sementara Ketua IPSI Ranting Koto Tangah, Endrizal, menyampaikan bahwa setelah dilaksanakan pelantikan pengurus IPSI dan kepengurusan Badupari Koto Tangah, termasuk langsung menyusun rencana kerja untuk empat hingga lima tahun ke depan.

"Salah satu fokus kami adalah mengkolaborasikan seluruh target silek yang ada di Koto Tangah agar terjalin silaturahmi antarperguruan. Kemudian target kami, dalam empat tahun mendatang, minimal satu atlet pencak silat dari Koto Tangah mampu meraih gelar juara dunia," pungkas Endrizal.

 


Padang,Kabanusa - Sekolah IT Yayasan Al-Amin Sumatera Barat menggelar kegiatan Festival Competition (IFest) 2025, Senin (13/10/2025), di kompleks SD IT Internasional Al-Amin, Padang.

‎Ajang tahunan ini diikuti oleh siswa-siswi SD/MI se-Kota Padang, dan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Oktober 2025. IFest 2025 menghadirkan dua cabang utama lomba, yaitu Olimpiade dan Futsal Cup, sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan sportivitas pelajar.

‎Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Al-Amin Sumatera Barat, H. Irwandi A, S.Ag., MM, serta dihadiri oleh Kepala Sekolah SD IT Internasional Al-Amin, Fauzil Ihsan, S.Pd.I, dan Kepala Sekolah SMP IT Al-Amin, Silvia, S.Pd.

‎Dalam berbagai hal, H. Irwandi A menyampaikan bahwa IFest menjadi momentum penting bagi siswa untuk mengasah kemampuan akademik dan nonakademik sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sekolah.

‎“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menjalin silaturahmi antara SD IT Al-Amin dan sekolah-sekolah lain di Kota Padang. Kami sangat mengapresiasi kerja keras para ustaz dan ustazah yang telah menyiapkan acara ini dengan penuh dedikasi,” ujarnya.

‎Ia berharap IFest dapat melahirkan siswa-siswi berprestasi yang berkarakter unggul dan berjiwa pemimpin di masa depan.

‎Sementara itu, Fauzil Ihsan, S.Pd.I, selaku Kepala Sekolah SD IT Internasional Al-Amin, menjelaskan bahwa IFest merupakan agenda tahunan Yayasan Al-Amin yang telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Tahun ini menjadi momen istimewa karena diselenggarakan untuk pertama kalinya di gedung sekolah baru.

‎“IFest tahun ini terasa spesial karena dilaksanakan di gedung baru kami. Lomba yang digelar meliputi Olimpiade bidang studi PAI, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA untuk tingkat SD/MI. Selain itu, juga ada lomba Tahfiz, mewarnai, dan doa harian untuk tingkat TK/RA se-Kota Padang,” jelas Fauzil.

‎ Menurutnya, IFest tidak hanya fokus pada kompetisi, namun juga sebagai sarana sinergi antara Yayasan Al-Amin dengan berbagai lembaga pendidikan di Kota Padang.

‎“Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat potensi, kemampuan, serta minat dan bakat siswa, baik di bidang sains maupun olahraga,” tambahnya.

‎Kegiatan IFest 2025 diharapkan dapat berlangsung lancar dan sukses hingga akhir acara, sekaligus menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain dalam mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. (r)

 

Tuntut Pembayaran Hak Rp1,2 Miliar, 17 Karyawan RS Selaguri Padang Eksekusi Aset Rumah Sakit

Padang,kabanusa - Sebanyak 17 karyawan Rumah Sakit Selaguri di Kota Padang terus memperjuangkan hak mereka yang belum dibayarkan hingga kini. 

Setelah bertahun-tahun menunggu, para karyawan akhirnya menempuh langkah hukum dengan melakukan eksekusi aset rumah sakit pada Selasa (9/10/2025).

Para karyawan yang telah mengabdi hingga puluhan tahun ini menuntut pembayaran gaji dan hak lainnya dengan total nilai mencapai Rp1,2 miliar. Tuntutan ini telah dikabulkan oleh pengadilan melalui putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Namun hingga kini belum dilaksanakan oleh pihak manajemen rumah sakit.

Salah satu karyawan, Elita S, menyampaikan rasa kecewa dan kelelahan menghadapi proses panjang ini. “Kami ini bukan orang kaya. Banyak dari kami menanggung keluarga, bahkan menghidupi anak yatim. Tolong hak kami segera diberikan,” ujarnya dengan nada haru di lokasi eksekusi.

Elita menambahkan, mereka telah berulang kali mencoba bernegosiasi dengan pihak manajemen rumah sakit, namun tak ada hasil konkret. “Kami sudah berupaya baik-baik sejak awal. Bahkan kemarin sebelum eksekusi, kami masih mencoba berdialog. Tapi tidak ada kesepakatan yang bisa kami pegang sebagai jaminan,” katanya.

Berdasarkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) nomor 27/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Pdg Jo MARI Reg.No.333 K/PDT.Sus-PHI/2024, dengan penetapan eksekusi 9/Pdt.Eks-PHI/2024/PN-Pdg, RS Selaguri melalui PT Selaguri Citratama Medika diwajibkan membayar hak karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Namun, pelaksanaan keputusan tersebut masih tertunda karena belum adanya pelunasan dari pihak rumah sakit.

Sebelumnya, upaya penyitaan telah dilakukan terhadap dua rekening bank milik RS Selaguri. Namun jumlah dana yang berhasil disita jauh dari nilai kewajiban yang harus dibayarkan kepada para karyawan. Karena itu, langkah hukum kini berlanjut pada penyitaan aset tidak bergerak berupa gedung rumah sakit.

Juru sita Pengadilan Negeri Padang, H. Hendri D, SH, MH, menjelaskan bahwa penyitaan dilakukan sesuai prosedur hukum untuk memastikan hak para karyawan terpenuhi. 

“Penyitaan terhadap gedung dilakukan setelah adanya penetapan Mahkamah Agung yang memenangkan pihak karyawan. Jika pihak rumah sakit tetap tidak menunjukkan itikad baik, maka aset akan dilelang,” jelasnya.

Hendri menambahkan, hasil pelelangan nanti akan diserahkan kepada para karyawan sesuai nilai putusan, setelah dikurangi jumlah dana yang telah dicairkan dari rekening. Langkah ini menjadi harapan terakhir bagi para mantan pegawai yang telah mengabdi hingga 30 tahun lamanya.

Kasus perselisihan ini telah bergulir sejak Juli 2023 dan hingga kini belum mencapai titik akhir. Para karyawan berharap proses hukum berjalan lancar.  Agar hak mereka yang sah di mata hukum segera diterima, mengakhiri ketidakpastian yang telah mereka alami bertahun-tahun. (*)

 


Bukittinggi,Kabanusa – Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat menunjukkan komitmen tinggi terhadap kesehatan mata masyarakat, terutama pelajar. Bersama Pemerintah Kota Bukittinggi, Gapopin Sumbar menyalurkan 1.000 kacamata gratis bagi pelajar di seluruh kota pada Kamis (9/10/2025).

Penyerahan bantuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Acara ini menjadi puncak bakti sosial memperingati World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia tahun 2025.

Ketua Gapopin Sumbar, Indra Yunaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar serentak oleh seluruh Pengurus Daerah Gapopin di Indonesia. Menurutnya, Bukittinggi dipilih karena komitmen kuat daerah tersebut terhadap program kesehatan masyarakat.

“Dalam rangka World Sight Day tahun 2025, kami menyerahkan 1.000 kacamata untuk pelajar se-Kota Bukittinggi,” ujar Indra.

Ia menambahkan, kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh pengurus dan lembaga pelatihan Gapopin Pusat. Semua kebutuhan, mulai dari materi, frame, hingga lensa, disediakan oleh Gapopin Pusat. “Kami hanya melaksanakan di daerah sesuai arahan pusat,” katanya.

Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa bakti sosial ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab profesi. “Tenaga kesehatan optometris Gapopin Sumbar wajib berpartisipasi karena kegiatan ini menjadi syarat perpanjangan Surat Izin Praktik (SIP), sekaligus sebagai amal ibadah bagi kami,” jelasnya.

Indra juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan mata berlangsung lancar dan seluruh laporan telah dikirim ke pusat. “Kami menunggu kiriman lensa dari Gapopin Pusat. Setelah selesai, kami akan menyerahkan kacamata kepada Pemko Bukittinggi untuk dibagikan kepada pelajar yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengapresiasi penuh inisiatif Gapopin. Ia menilai bantuan ini sangat membantu pelajar dalam meningkatkan kualitas belajar.

“Kesehatan mata sangat penting bagi anak-anak sekolah. Kacamata yang diberikan berkualitas dan hasil pemeriksaan ahli. Ini akan membantu pelajar mengikuti pelajaran dengan optimal,” ujar Ramlan.

Ia berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut di masa depan. “Kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah menjadi kunci meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.